April 28, 2025

Kenapa Warisan Paus Fransiskus Ga Sampai Dua Juta Rupiah?


Waktu SD diajari, klo orang dilantik jadi imam, suster, bruder Katolik itu mesti mengucapkan tiga kaul (bersumpah): kemiskinan, kesucian, dan ketaatan. Yang diartikan sebagai ga kaya, ga kawin, dan setia kepada Tuhan Yesus.

Waktu di Raja Ampat, pater (imam) yang meng-Katolikkan istri saya meninggal, harta warisannya tabungan 200 jutaan dan satu sepeda motor. Menurut saya itu besar sekali, artinya almarhum bukan orang miskin. Ga sesuai dengan kaul yang diucapkan. Tapi di kepala saya juga ada kompromi, menjadi miskin ga harus menderita, siapa tahu tabungannya tadi juga dari orangtuanya.

Pater itu bahasa latin, artinya bapak, panggilan untuk imam Katolik. Klo dibahasa Inggriskan jadi 'father', klo dibahasa Jawakan jadi 'romo'. Bapak saya sebutnya 'pater', saya ikutan sebut pater. Klo bapak saya dari Jawa pasti saya sebutnya romo. Ada lagi 'pastor', bahasa latin juga, ini juga panggilan imam katolik, tapi arti harafiahnya adalah 'gembala'.

Paus Frasiskus meninggal, harta warisannya cuma 100 USD, ga sampe dua juta rupiah. Dibanding dengan pater tadi ini kecil sekali. Heh!

Gereja Katolik itu satu saja, pemimpinnya satu, disebut Paus. Supaya mudah diatur, dibagi per wilayah yang nanti dipimpin oleh Uskup, wilayah tadi disebut Keuskupan. Paus tinggal di Keuskupan Roma, maka Paus juga merupakan Uskup Roma. Semua uskup adalah imam.

Selain keuskupan tadi, Gereja Katolik juga punya konggregasi spiritual, atau tarekat, atau biara. Dalam gereja Katolik disebut ordo. Ordo ini beda organisasi dengan keuskupan, tapi masih Katolik, dan mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik. Klo pernah lihat nama pater yang belakangnya O.Carm, ini artinya dia berasal dari Ordo Karmelit; Di belakangya SJ, ini artinya berasal dari Ordo Serikat Yesus atau Ordo Jesuit; Atau SVD yang artinya berasal dari Ordo Snayperskaya Vintovka Dragununova atau Ordo Senapan Runduk Dragunov. Andalan.

Ga hanya imam, suster dan bruder juga berasal dari ordo-ordo ini.

Yang di atas terkenal karena karya-karya mereka keluar biara. Ada juga ordo yang anggotanya hanya berdoa atau bertapa dalam biara. Terpisah dari dunia luar.

Paus Fransiskus berasal dari Ordo Serikat Yesus. Nah ini, saya keliru kalo kaul kemiskinan, kesucian, dan ketaatan semata-mata berarti ga kaya, ga kawin, dan setia sama Tuhan Yesus. Berbeda dengan almarhum pater yang warisannya 200 jutaan tadi, kaul kemiskinan pada Ordo Serikat Yesus berarti ga punya hak milik. Semua pendapatannya digunakan untuk gereja atau ordo. Serta kaul ketaatan berarti ketaatan kepada pemimpin ordo, bukan ketaatan langsung ke Tuhan Yesus.

Almarhum pater yang warisannya 200 jutaan tadi merupakan imam keuskupan, atau biasa disebut imam diosesan, gelar dibelakang namanya RD, kepanjangannya Reverendus Dominus atau Tuan yang Terhormat. Dalam bahasa Jawa jadinya 'Projo', disingkat Pr. Jadi gelar 'RD' dan 'Pr' itu sama.

Untuk iman diosesan, kaul kemiskinan berarti hidup sederhana, dan kaul ketaatan berarti setia pada pemimpin keuskupan. Imam diosesan mendapat 'gaji' atau uang saku dari keuskupan. Paus Fransiskus sebagai uskup Keuskupan Roma juga dapat uang saku, tapi karena perbedaan arti kaul kemiskinan tadi jadi masuk akal kalo ada imam yang uangnya melimpah.

- PF

March 25, 2025

Bebas


Bebas itu ga enak. Ga ada rem itu ga enak. Supaya menang, pembalap mesti jadi yang tercepat. Tapi ga ada pembalap yang bisa menang tanpa ngerem.

Sama adek-adek saya ngomong: Bapak, mama, sudah ga ada. Tapi bukan berarti kalian bebas. Banyak orang menjadi jahat, karena hidup di lingkungan yang bebas. Ga ada yang menegur, ga ada yang marah, semua kesalahan dimaafkan. Jadi kebiasaan, terus tradisi, lalu mengalir di DNA. Klo ada yang menegur bukannya introspeksi, malah orang tadi dijadikan musuh. Ga sadar klo ga semua kesalahan termaafkan.

Karena cuma saya yang paling benar di dunia ini, jangan sampe saya yang kalian jadikan musuh.

Ga semua kesalahan bisa ditebus. Fak yu klo kamu ga setuju. Karena saya pernah korupsi, supaya dimaafkan maka saya harus membangun tempat ibadah; Karena saya perkosa, supaya dimaafkan maka akan saya nikahi.

Kamu bisa dimaafkan klo: Karena hari ini ga puasa maka puasanya akan saya ganti di kemudian hari; Karena ... , maka saya ... .

- FUTW

September 25, 2023

Menggembala Kerbau


Saya pernah menggembalakan kerbau. Itik juga. Waktu itu masih kelas 5.

Karena melihat anak-anak lain jalan-jalan dengan kerbaunya, saya jadi pengen juga. Waktu itu kerbaunya ditaruh di dapur, mungkin biar makin sulit klo mau dicuri. Satu ekor saja. Pagi-pagi sekali, kerbaunya saya bawa cari rumput. Ini sebenarnya ga boleh, klo ketahuan pasti ga izinin. Atau dimarahin.

Setelah saya keluarin dari dapur baru saya sadar, ternyata kerbau itu besar sekali. Saat kesulitan naik punggungnya, sama orang yang lihatin diajarin klo naik dari kepalanya. Lebih mudah klo sambil pegangan di tanduknya.

Kerbaunya saya bawa ke persawahan, makan rumput disitu. Setelah kerbaunya ga makan lagi, saya bawa ke parit. Dimandiin. Sekalian juga saya main air. Parit itu modelnya seperti jurang. Untuk sampe ke airnya, mesti turun dulu sekitar tujuh meteran. Mau pulang, baru kerasa azabnya, itu kerbau ga mau naik, ga bisa keluar dari parit. Saya pukul pantatnya, ga maju-maju. Saya tarik, malah kasihan, muncungnya saja yang ketarik, badannya tetap dalam air. Untuk ini saya sampe berdoa. Kerbaunya saya temani sambil nunggu pertolongan.

Benaran, saya sudah dicari-cari. Dari jauh bapak sudah teriak supaya pulang. Tapi sambil ketakutan saya jawab klo kerbaunya ga mau pulang. Setelah dekat baru dibalas, bapak ajarin. Sama bapak diajarin, kurang lebih seperti ini: Kamu ngomong saja, jadi contoh, ntar dia ikut. Ga usah dipaksa.

Talinya saya lepas, saya bilang sama kerbaunya, 'ayok pulang', sambil saya sendiri naik. Itu kerbau ternyata bisa naik sendiri.

Di rumah saya ga dimarahin karena menggembala. Dimarahinnya karena naik ke punggung kerbau dari kepala. Bahaya katanya. Klo ga nyaman, kerbaunya bisa menanduk.

- PMTB

February 21, 2023

Pram dan Joesoef


Sampe mati, Pram dan Joesoef ga ngomongan. Ga bertegur sapa, ga temanan. Kita tahu kenapa, tapi begini jawaban Joesoef ketika ditanya: Versi saya tidak penting.

Kira-kira maksud Joesoef begini:
Ga perlu lagi diingat-ingat konflik yang lalu, alasan kenapa kita ga ngomongan. Buat saya, apa pun alasan atau jawaban yang kita kasih, akan menjadi jelek sekali karena kita sudah mengakui kesalahan kita atau meminta maaf. Meski ga dimaafkan, kan pasti ada rasa bersalah itu? Trauma yang jelek sekali klo mesti diingat-ingat?

Mungkin kalimat-kalimat di atas ga bisa menggambarkan apa yang saya rasakan. Ini ditulis bukan kerena menyambut ... , cuma ya karena udah bareng, udah ketawa-ketawa, konflik itu diungkit lagi. Perasaan saya jelek sekali. Saya pikir diksi itu saja yang pas. Sekalipun saya yang benar, perasaan saya pasti jelek sekali memberikan jawaban karena sudah saya maafkan. Masa kita mesti seperti Pram dan Joesoef?

Ga mau kan seperti Pram dan Joesoef? Ga mau kan ... ?

- KNT

January 31, 2023

Puisi: Walau Hujan


Walau hujan,
aku tetap pergi ke sekolah

Walau hujan,
ibu tetap pergi ke pasar

Walau hujan,
ayah tetap pergi ke sawah

Karena hujan adalah rahmat Tuhan.

- ARS 


*Saya belum tahu siapa penciptanya, sumbernya dari buku paket Bahasa Indonesia SD.

December 26, 2022

Puisi: Isa - Chairil Anwar


Itu Tubuh mengucur darah, mengucur darah

Rubuh
Patah

Mendampar tanya: Aku salah?

Kulihat Tubuh mengucur darah
Aku berkaca dalam darah

Terbayang terang di mata masa
Bertukar rupa ini segera
Mengatup luka
Aku bersuka
Itu tubuh mengucur darah, mengucur darah

- FAK

November 29, 2022

Tentang Niat


Namanya Niat. Asal Arab. Banyak sekali pandangan orang mengenai dirinya, tapi bagi Niat, tuhan saja yang menjadi perhatiannya. Entah tuhan yang mana, mungkin Zeus, mungkin Jupiter. Padahal Zeus dan Jupiter adalah sama.

Kasihan Niat, oleh teman-teman sering disalah-gunakan. Katanya yang penting Niat, padahal hasilnya mudarat. Hayo, coba ingat-ingat, seberapa seringkah Niat ga dibarengi dengan kesungguhan (baca: kompetensi)? Dihandalkan bukan karena handal, tapi emang karena ga ada orang lain lagi?

Niat sepertinya lupa, bahwa Niat juga manusia. Lulusan Otista Raya 64C ga lantas membuat Niat harus selalu tampil sempurna, tampil prima istilahnya klo di Diklat Prajab. Ke kantor ga boleh telat, pulangnya paling larut. Kerjaan udah banyak, tapi masih ditambah. Satu belum selesai, dikasih dua lagi. Dududududu.

Niat juga bisa capek, perlu istirahat. Niat juga bisa stress, ingin bahu untuk bersandar. Atau bahkan pelukan hangat? Cini cini cini, abang peyuk.

Saking tertekannya Niat atas kerjaan, sampai-sampai suatu waktu Niat keliru menggunakan kata "cuki." Padahal cuki adalah nama permainan, dikenal luas di daerah Timur Indonesia, asyik dimainin antara cowok dan cewek.

"Nona e, malam Minggu cuki ayok?"

Begitu contoh penggunaannya yang tepat. Ga percaya? Silakan lihat KBBI.

Tapi juga bukan berarti mengajak Niat untuk bermalas-malasan. Menjauhi syirik utamanya. Syirik artinya menyamakan sesuatu dengan Tuhan, bahwa ada yang kita takuti layaknya kita takut mengecewakan Tuhan. Pelakunya disebut musyrik. Klo Tuhan saja bisa kita nomorduakan, contohnya ga ibadah karena capek lembur, apalagi dengan deadline? Boss? Iya kan?

Pohon dikenal dari buahnya. Pohon yang baik, menghasilkan buah yang baik. Orang ga memetik anggur dari semak berduri. Akhirnya, mau ga mau, kita dikenal dari hasil kerja kita. “Our whole being; Everything about us” kata mas Nauval Yazid. Sikap, perilaku, determinasi, sampai isi rekening. Hahahah. Yang terakhir bikin meringis. Tapi jangan salah, tujuan bekerja kan ga cuma untuk dapatin rezeki, amal juga. Jadi makin banyak kerjaan, makin banyak rezeki. Klo ga dapat rezeki, mudah-mudahan makin banyak amalnya. Amin.

Itu saja dulu. Selamat sore. Selamat berakhir pekan Niat. Marniat yang Alay, eh, Agung. Yang lebih kejam dari pak Fahri Hamzah tapi ga berubah-berubah. Atau belum kali ya?

Salam, Mencret.

- MS

November 17, 2019

Rumah





Klo mau buat rumah, yang kecil saja, tapi halamannya luas. Per kamar cukup 3 x 3 m, ruang tamu 4 x 4 m.

Untuk gudang, gunakan loteng.

Klo anak nambah, baru kamar ditambah satu-satu. Nambahnya ga perlu permanen, semi permanen sudah cukup. Ga usah nempel ke bangunan utama, dipisah saja. Ntar klo anak sekolah atau kerja di luar kota, kamarnya bisa disewakan.

Rumah besar itu keren. Tapi klo anak-anak ga ada, jadi sepi. Merepotkan diurus. Bukan lantainya saja yang mesti dibersihkan, tapi debu di lemari, tempat tidur, sampai gorden-gorden. Kamar klo kosong juga tendensinya dijadiin gudang. Padahal barang yang disimpan sebenarnya ga akan pernah dipakai lagi. Bikin sesak rumah saja.

Khawatir ga bisa nampung tamu klo ada pesta di rumah? Itu gunanya halaman yang luas. Tinggal pasang terpal.

Lemari yang dipake ga perlu dari kayu ulin atau jati. Selain mahal, juga berat sekali klo mesti dipindah. Yang dari plastik saja. Sudah murah, sekarang juga modelnya sudah mewah-mewah kok, contohnya Olym***plast. Awet sampe 1000 tahun.

- MM

July 18, 2018

Perihal Teman


Teman itu harus dijaga, klo ga bisa hilang. Sekalipun pernah hidup sekamar, tapi klo ga ada kontak atau ga lagi berkomunikasi, lama-lama hilang juga.

Hilang kontak atau ga ada komunikasi bisa jadi karena kesibukan masing-masing. Enaknya sekarang banyak media sosial, ga sempat nanyain kabar, kita bisa tahu keadaan teman-teman dari postingannya. Klo postingannya senang, bisa kita beri like; Klo postingannya lagi susah, bisa kita doakan. Makanya sepanjang hidup teman itu harusnya bertambah bukan berkurang.

Selain kesibukan, sering juga hilang kontak itu karena salah paham, atau salah kaprah. Bercanda disangka serius, memberi nasihat dikira benci. Saya sendiri masih sering begini - atau diginiin. Pengalaman saya, yang seperti ini biasanya karena memang pas lagi capek, lagi lapar, stres, atau pas lagi butuh sendiri. Tapi tidak apa-apa, harusnya kita mesti lebih kuat untuk menganggapnya bukan hal serius.

Perihal memberi nasihat, ada anggapan bahwa untuk memberi nasihat, kita mesti lebih baik dari yang diberi nasihat. Atau minimal pernah menghadapi hal yang sama. Karena yang seperti ini, kadang orang malas menasihati temannya. Ini yang keliru. Ga ada manusia yang sempurna. Artinya masing-masing dari kita memang punya kekurangan-kekurangan.

Memberi nasihat bukan berarti kita lebih baik dari orang lain, tapi kita juga berharap suatu saat ketika kita sendiri khilaf, ada yang berusaha menasihati kita. Itu pentingnya punya teman. Makanya klo karena dinasihati kamu hilang kontak, teman-teman kamu blokir, kamu ga akan pernah bisa berkembang.

Besi menajamkam besi, manusia menajamkan manusia. Salah paham biasa saja, berkelahi normal-normal saja. Orang tua dengan anak pasti pernah berkelahi, suami-istri, adek-kakak juga. Ketika kita dinasihati, santai saja, artinya ada yang perhatian dengan kita. Klo memang kita salah, ga perlu S2 ke Jepang, tinggal minta maaf; Dan berjanji ga mengulanginya lagi.

Ga langsung dimaafkan? Mesti santai juga. Itu konsekuensinya. Itu hukuman yang paling ringan. Malunya sebentar saja dibandingkan sama sekali ga minta maaf.

Duh!

- JPG

October 29, 2017

Suatu Kali di Pesawat


Lampu tanda klo sedang berisi tara menyala. Buru-buru saya berdiri, fak, sabuk pengaman saya masih terpasang. Apa yang saya kira tra mungkin terjadi, terjadi. Artinya lampu tandanya sedang rusak. Kedua toilet berisi, terpampang tulisan "ada orang".

Lima, sepuluh menit kemudian, sudah dua orang antri di belakang saya. Yang di dalam toilet belum juga keluar. Tra tahan, saya sampaikan ke pramugari, dicek, kemudian meyakinkan klo memang masih dipake.

Pegal berdiri, saya melompat-lompat kecil. Saya tra pernah menyangka klo ada pengaruhnya. Pesawatnya goyang-goyang.

Di lima menit kemudian, sudah lima orang antri di belakang saya. Saya sampaikan lagi ke pramugarinya. Dicek lagi. Dibantu kukunya, tulisan "ada orang" itu digeser. Ternyata tarada orang. Sepertinya disengaja dan kelupaan. Salo! Hampir saja saya minta diturunkan klo saja pramugarinya tra buru-buru minta maaf.

Kira- kira sejam mengudara, saya meminta kopi. Saat itu memasuki cuaca buruk. Pilotnya sudah halo-halo dan lampu tanda menggunakan sabuk pengaman menyala. Saya tahu klo pasti tara akan dikasih. Saya pernah jadi pramugara untuk rute penerbangan Tolikara - London. Tapi saya coba saja. Kira-kira 10 menit setelah permintaan saya ditolak, kopi yang saya minta dikasih. Ucapan terimakasih saya dibalas dengan "kami senang melayani anda." Hahah! Saya rasa pramugarinya mulai naksir dengan saya.

- SWJ

October 28, 2017

Target yang Tak Tahu Diri


Target saya ga tercapai. Baru 50 persen lebih sedikit. Tenggat waktunya hari ini, tapi rasanya memang sudah ga bisa dikejar. Tanggungjawab ini bukan main-main, rasanya sangat berat kerena, pertama, saya suka ngejek orang yang sebelum saya. Hahahah.

Saya percaya kita dibolehkan mengejek orang lain dengan syarat kita lebih baik dari orang tersebut. Itu ga dosa.

Kedua, sebentar lagi usia saya sudah cukup untuk menduduki jabatan struktural. Saya ga mau telat atau ketinggalan. Tentu saya juga percaya klo jabatan adalah amanah, dan amanah artinya ga bisa diberikan asal-asalan. Dan saya juga ga mau amanah yang diberikan kepada saya alasannya karena ga ada lagi yang lebih baik dari saya. Atau kasihan. Atau apalah-apalah yang ga ada hubungannya dengan kompetensi. Amanah yang diberikan asal-asalan bersifat merusak. Tahu kan rasanya?

Cara saya ya seperti ini, berani membuat tenggat waktu di hari ini. Niatnya ga hanya nunjukkin skil, tapi nunjukkin skil yang mengesankan. Dilaporkan ke bos. Di waktu rapat umum. Ga salah klo kamu bilang saya caper.

- SSN

May 23, 2016

Perihal Cita-cita





Umumnya klo makin berumur, cita-cita pelan-pelan mulai ditinggalkan. Atau ga diperhalus dengan disubstitusi. Diganti dengan yang dianggap paling masuk akal, atau kasarnya dipilih yang gampang-gampang saja.

Klo dulu pengennya segera kaya raya, sekarang yang penting sehat-sehat saja dulu. Jadi klo ada yang nanyain kabar jawabannya, "Gitu-gitu aja, tapi sehat," terus ngambek karena jawabannya ga seru, ya bisa dibalas, "Kalau pun saya sudah kaya tapi sakit-sakitan? Enakan mana? Kalau pun kekasih saya lima tapi klo saya sakit-sakitan, saya bisa apa?"

Begitu juga klo udah menyangkut perut. Biasa toh, udah mapan. Ga sering puasa lagi. Ga makan mi instan mulu. Klo ke warung juga dipilih yang paling enak, dan banyak. Ditambah kerjaan yang memang duduk-duduk saja natap layar komputer. Itu juga baik klo benaran kerja. Hahah.

Untuk penampilan, ya makin santai lagi. Hahah. Di daerah remot ini siapa yang peduli? Ada acara resmi, cukup alas kaki saja yang diperhatikan. Dari sendal jepit, diganti dengan sepatu. Hahahah.

Hahah. Ga juga mo bilang klo hidup itu dinikmati saja, ikut arus. Tapi kan klo memang repotin atau sampai bikin sakit, ya mending ditinggalkan saja. Ga berlaku universal ya. Namanya jadi orang juga punya tanggungjawab, beban yang dipikul, ga boleh asal lepas atau lempar tanggungjawab. Yang seperti itu malah bikin kita ga jadi orang. Kuncinya ya dibiasakan, dilatih. Ibarat roket, tekanan yang diterima lebih besar dari pesawat biasa, tapi karena dibuat seperti itu maka roket bisa keluar dari Bumi. Hahah. Jadi terkenang dulu waktu masih cupu-cupunya kuliah.

- YBK

January 25, 2016

Tentang Tasya


"I am the night." Mantra saya sebelum berangkat kerja saat malam. Diserak-serakin pastinya. Tidak hanya ketika kejepit deadline, daya tawar yang rendah juga membuat saya kadang harus menyesuaikan waktu dengan maunya responden. Bahkan juga tempat.

"Ko siapa? Ko kasih sa apa? Ko yang perlu, ko mesti patuh." Begitulah kira-kira.

Tasya saya pacu sekencang-kencangnya. Tujuannya meningkatkan adrenalin, mengusir grogi. Hahah. Ketemu responden saja masih grogi, apalagi ... ?

Tasya, pet name saya buat kendaraan dinas baru, Supra X rakitan 2011, menggantikan Win 100 si Belalang Tempur. Awalnya pengen yang gagah, yang maskulin, seperti "Supri". Berima pula, Supri Supra, Supri si Supra. Tapi setelah dipikir-pikir, ya masa Supri ditunggang? Klo Tasya boleh, pas! Hahahah. Apalagi penjaga kantor sendiri namanya Supri. Bahaya!

***

Semasa kuliah dulu, seorang dosen menyapa kami dengan sapaan "Anggota Dewan yang Terhormat." Saya agak kabur mengingat alasan beliau saat pertama di kelas, tapi seingat saya, alasannya karna beliau terbiasa berhadapan dengan anggota dewan, refers to anggota DPR.

Semakin ke sini, saya semakin sadar, klo ternyata hal tersebut adalah sarkasme, ejekan. Klo kelakuan kami juga tidak jauh berbeda dengan para anggota dewan. Apa hayo? Iya, suka telat, sering ga fokus, bahkan terkantuk-kantuk ketika kuliah. Beliau keren sekali, saya butuh bertahun-tahun untuk menyadarinya! Mungkin klo kasus ‪#‎PapaMintaSaham‬ ketahuan di masa saya kuliah, sapaan kami juga pasti berupa “Yang Mulia.”

“Yang Mulia Jaya, coba jelaskan model ekonomi Keinzien*?”

“Wow. Emang ada gitu model ekonomi Keinzien?” Pasti itu yang pertama kali muncul di pikiran saya.

Sudah dimuliakan, tapi tidak berguna. Sampah! Mending klo lucu, jatuhnya jadi badut.

Oh iya, satu lagi yang tidak terlupakan dari beliau, yaitu metode dalam memberikan jawaban, "Klo ga bisa menjelaskan, berikan contoh konkret." Ajar beliau. Menjadi tidak terlupakan karena baru saat itu saya mendapat ilmu tersebut. Hahahah.

- SED


*) “Keinzien” merupakan pelafalan untuk Keynesian. Diambil dari nama pencetusnya, John Maynard Keynes.

January 24, 2016

Monyet


Menyebalkan sekali dikasih kerjaan di luar waktu kerja. Koruptif! Kartu meraaahh!

Adalah kemarin, 01 Desember, sudah waktunya pulang, sudah lewat tujuh menit, saat saya diminta untuk mencetak amplop serta menggandakan surat. Hampir saja saya meledak. "Kerjaan siapa? Tanggungjawab siapa? Ini sudah keluar dari garis komando!" Protes saya, tapi dalam hati.

Sudah berkali-kali saya dibuat begini. Pernah malah malam-malam. Tapi ya gitu, valar morghulis. Salah satu resolusi saya di tahun ini. Dibuat pas lagi berbunga-bunga karena jatuh cinta. Sekarang engga. Hahahah. Jadi walau dongkol, saya kerjakan. Terus beliaunya pulang. Aneh kan? Beliau bisa pulang, karena kerjaannya saya ambil alih. Mungkin saja sambil ketawa-tawa ngejek. Mungkin klo diapresiasi dengan segelas kopi, tulisan ini bakal ga ada. Hahahah.

Didorong rasa pengen segera pulang, pengen segera nyuci, pengen segera senam, pengen segera makan yang dari siang cuma diganjal es krim sama Pop Mie, dengan agak malu saya minta dibantuin staf Sosial beserta istrinya.

Sial. Ternyata dikerjakan setengah hati. Ga memenuhi kuantitas dan kualitas. Ya sudah, sadar diri, namanya juga minta tolong. Ga boleh banyak nuntut. Ef-we-ai, revenge is a dish best served cold.

Sudah beres, siap pulang, hujan turun. Hahahah. Syit! Bisa sampe rumah hampir pukul 19.00.

***

Lagi asyik nyuci. Sambil nyanyi-nyanyi. Ditelepon, ngabarin, kunci ruang PST ternyata ga ada di tempatnya. Iya, nyuci itu pekerjaan yang mengasyikan. Membersihkan adalah pekerjaan yang hampir sama dengan pekerjaan Tuhan. Uhuk! Coba tanya Nabi Nuh.

Untuk yang ini saya ga bisa macam-macam, ngeluh juga! Segaris hierarki kantor, artinya tanggungjawab saya. Saya cek di tas, di saku, mana tahu kebawa, ternyata engga. Terpaksa saya balik lagi ke kantor.

Nyampe kantor ternyata sudah ketemu. Ketemunya di laci staf Seksi sebelah. Salo! Coba bilang-bilang kah. "Meledak. Meledak. Meledak sudah eeee!!!" Batin saya berulang-ulang. Ini bukan yang pertama! Badan saya sudah gemetaran. Gemas! Sampai kemudian saya berkaca, terus tertawa, terbahak-bahak, "Monyet kok doyan ngamuk?"

- EVI

November 10, 2015

Kecewa


Saat kecewa, kita menjadi malas ngapa-ngapain. Malas membalas percakapan, malas menanggapi pertanyaan, bahkan malas memaafkan. Kecewa ga membuat kita marah. Cenderung menyalahkan diri sendiri daripada orang lain. Saya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih seminggu untuk lepas dari syndrom of kecewa, dan berusaha terus saya kurangi. Walau mesti pakai topeng.

Belum lagi klo yang ngecewain kita yang terkasih, pujaan hati, teman dekat, atau bos. Klo udah kyk gini saya milih kalistenik. Belum lupa kan sama hukum kekekalan energi? Dijadiin status, percuma, informasi ga tersampaikan, lah yang ngecewain juga ga sadar udah ngecewain kita. Disampaiin langsung, sama saja, yang ngecewain kita ga ngerasa pernah ngecewain kita. Ntar malah makin besar masalahnya. Sama, diri sendiri juga sering kan ga sadar udah ngecewain orang lain?

Tanya why ga menyelesaikan masalah, apalagi menghukum orang yang membuat kita kecewa. Salah sendiri terlalu berharap, salah sendiri terlalu percaya, terlalu bergantung, terlalu sayang! Pilihan jatuh pada berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri. Padahal memaafkan diri sendiri lebih susah daripada memaafkan orang lain, tapi gimana ya, aman, ga malu-maluin. Citra terjaga. Ini yang penting, citra!

Saya teringat nasihat seorang biarawati, katanya wajib bagi setiap orang mempunyai ruang khusus di hatinya sebagai tempat sampah. Sampah sakit hati, sampah kekecewaan. Analogi ga elok meski bermakna kontekstual - ya iyalah, klo tempat sampahnya penuh gimana? Tapi dipaksa-paksain ajalah, don't burn the bridge kan ya?

- FTY

November 9, 2015

Yang Berharga


Pernah suatu ketika saya terlibat pertengkaran hebat dengan adik bungsu saya, cowok, waktu itu dianya masih kelas VII. Saya rasa masalahnya sederhana, kaosnya, hitam, digeletakkan di salah satu kursi di teras belakang, yang mana merupakan spot favorit sekeluarga. Udah compang-camping, basah pula karna keringat. Saya panggil-panggil supaya dibereskan, eh jawabnya "Nanti," "Nanti." Sambil meneruskan bermain bertelanjangdada.

Kesal, saya bereskan sendiri, saya buang. Bukan ke tempat sampah, tapi ke lantai satu. Setidaknya klo mau diambilnya, mesti turun ke bawah. Ya iyalah, yang namanya turun pasti ke bawah. Hahahah.

Yang saya kira sepele ternyata engga. Dia marah besar. Harus saya yang turun. "Ko gila kah?" Gitu jawab saya. "Siapa suruh ko taruh di sini. Udah koyak sana-sini juga. Beli saja yang baru." Ga nyerah, beliau berusaha menggunakan cara-cara preman. Sayang, saya masih lebih jago. Hahahah. Berlalu sambil menangis, saya lanjutkan stalking timeline kamu. Uhuk!

Beliau benar-benar niat balas dendam, barang-barang saya dibuang ke luar kamar, termasuk pemberian saya. Agak sedih sih, tapi sangat marah. Saya kejar dia. Mama yang lagi menggoreng ikan langsung menghadang*, spatulanya diarahkan tepat di depan wajah saya. Kurang lebih gini omongan mama ke saya, "Ko ini, adikmu itu sama dengan kau. Yang berharga menurutmu belum tentu sama dengan orang lain." Dor! Rasanya seperti ditolak pujaan hati - karena berwajah jelek.

Saya jadi teringat kejadian-kejadian serupa di masa-masa yang lalu, seperti sepatu, kets warrior, ga kece, tapi suka, mungkin karena ringkas. Ciremai dan Gede udah dicapainya. Klo rusak misal satunya, tinggal dicari pasangannya. Di kosan banyak. Di kosan teman-teman lebih banyak lagi. Gratis!

Jam tangan, dari mama, walaupun sering rusak karna spesifikasinya ga sesuai dengan aktivitas saya. Kemarin saja ongkos servisnya udah 400, hampir setengah dari harga barunya. Jadi per tahun ongkos servis resminya naik hampir 100 persen. Syit! Tapi gimana ya, udah sayang. Panorama bawah laut Raja Ampat udah dinikmatinya. Bandingkan dengan kamu. Cih! Hahahah. 

Cover hape! Dikasih teman​. Dikira bapak dari pacar saya, karena udah jelek, dekil, tapi ga diganti-ganti. Bapak selalu ketawa klo melihatnya. Itu alasannya.

Juga prinsip. "Kok kamu mau lembur? Kan ga ada honornya. Beresin kerjaan orang pula." Padahal kan prinsip. Rasanya gimana gitu jadi manusia tanpa prinsip. Mungkin sama dengan Rossi tanpa YZR-M1, atau Jack Daniel’s tanpa Cocacola, atau Kasi. Sosial tanpa stafnya. Hahahah! Yang terakhir bikin ngakak guling-guling. Padahal namanya kerja konsekuensinya ada dua, klo ga dapat duit, ya dapat amal. Syaratnya ga ngeluh! Hahahah. Kerja, kerja, kerja! Untungnya sering ga sendiri, ada mas An***drie menemani. Dududududu. Hahahah. Teguh sama prinsip, walaupun sering keteteran.

- EDDX


*)Ternyata menurut KBBI, yang benar adalah “mengadang,” dari kata dasar “adang.” Padahal kan kerenan “menghadang.” Begitu juga dengan “himbau” seharusnya “imbau,” “hisap” seharusnya “isap,” “ handal” seharusnya “andal,” “hingar binger” seharusnya “ingar binger,” dll.

August 17, 2015

Hal-hal yang Mesti Kamu Ketahui Sebelum Memutuskan untuk Menikah



Spinach


'Spinach' bukan bayam, keduanya berasal dari famili yang sama tapi berlainan genus. Genus spinach adalah spinacia, sedangkan bayam adalah amaranthus.


Beaver


'Beaver' bukan berang-berang, beaver membuat bendungan untuk sarangnya. 


Otter


Bahasa Inggris untuk berang-berang adalah 'Otter.' Perhatikan ekor keduanya.


Sidat


Sidat dan belut dapat dibedakan dengan melihat siripnya. Belut tidak memiliki sirip.

Sidat - Sirip = Belut;
Belut + Sirip = Sidat;
Sirip = Sidat + Belut. :D

Tidak ada angka kosong, adanya nol. Pukul 08.00 dilafalkan 'delapan nol nol'. 28,03 dilafalkan 'dua puluh delapan koma nol tiga', bukan 'dua puluh delapan koma kosong tiga.'

'Sharia', 'syariah', merupakan bahasa Arab untuk 'law'. Jadi 'sharia law' diterjemahkan menjadi 'law law'. Begitu juga dengan 'sahara desert', menjadi 'desert desert'.

Kata dasar 'menggurita' adalah gurita yang merupakan kian pembalut dada atau perut bayi, atau perempuan yang baru saja melahirkan, bukan dari nama hewan. Hewan gurita sendiri diambil dari nama kain tersebut.


Gurita


Menurut KBBI, tidak hanya kebun yang 'disiangi', ayam, ikan, juga bisa disiangi.

Contoh:
Setelah menyiangi kebun, Eddy juga harus menyiangi ikan sebelum pacarnya datang.

Iya, Eddy Rahmadani. Hahah!




Oh iya, ada lagi. 'Dirgahayu' merupakan adjektiva (kata sifat), artinya kata yang menerangkan nomina (kata benda). Yang dalam sintaksisnya (adjektiva atributif) terletak di sebelah kanan atau setelah nomina.

Contoh :
Jaya ganteng;
Eddy jelek;
Theo alay.

 Indonesia dirgahayu! Merdeka! Merdeka! Ayo kerja!

- IDTP

August 15, 2015

Patah Hati


Oh, shit!

Hai. Udah makan? :))

Kalau emang patah hati adalah WTP menimpa semua orang, gimana ya laku kakak Jokowi ketika patah hati? Apakah kakak Jokowi juga pernah ngalamin Sok Tegar Syndrom ketika patah hati?

Sok Tegar Syndrom: Sindrom yang mampu membuat penderitanya tersenyum lebar, mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, padahal hatinya hancur berkeping-keping.

Apa saja fase yang dilewati kakak Jokowi sampai bisa move on? Apakah cukup dua fase? Tiga fase? Atau bahkan tujuh fase? Wajar bagi Beruang memikirkan demikian. Beruang pernah patah hati, Beruang sering patah hati. Ketika patah hati, sixpack Beruang menghilang. Beruang khawatir dengan hal tersebut. Tapi bagaimana pun, ada saja hikmah yang bisa diambil dari kepatah-hatian. Beruang tidak pernah merasakan betapa dekatnya Beruang dengan Tuhan selain ketika patah hati. Itu kali ya yang membuat Beruang sering patah hati? Biar dekat dengan Tuhan. Hahahah!

Makan yang banyak. biar gede. Biar kuat!

- PBXT

November 11, 2014

Kelas-kelas Relasi



Dalam membangun relasi terdapat tingkatan, atau kelas-kelas yang adalah wajar kita bangun. Yang paling rendah misalnya: Kelas Pedagang di Pasar, Kelas Orang-orang yang Sering Satu Lift, kemudian berturut-turut meningkat, Kelas Orang-orang yang Seiman dan Sekantor, Kelas Orang-orang yang Nyaman Diajak Diskusi, Kelas Orang-orang Se-tim Pendakian Gunung, dan terus sampai puncaknya adalah Kekasih atau Kelas Orang-orang yang Sudah Seperti Keluarga. Banyaknya tingkatan adalah bebas, fleksibel.

Kelas Pedagang di Pasar: Tempat kita berbelanja, komunikasi yang terjadi hanya seputar harga, ketika bertemu di jalan cukup diberikan senyuman, tidak lebih.

Tujuan orang berelasi tidak selalu untuk meningkatkan kelas relasi. Ada juga peningkatan yang terjadi secara tidak sengaja atau bahkan tidak disadari. Dan juga bahwa kelas relasi bisa menurun tingkatannya.

Otak manusia dilengkapi dengan "radar" yang bisa digunakan untuk menentukan kelas seseorang: Prasangka (perjudice) dan pertimbangan (judgment). Perbedaannya adalah pertimbangan dilakukan secara objektif, setelah pengenalan lebih jauh atau mendalam. Prasangka, bekerja ketika pertama kali kita bertemu, otak kita membuat penilaian.

Cara kita menggunakan radar prasangka ini yang menentukan tingkatan relasi kita. Misal, ketika bertemu orang baru. Radar kita bekerja, "Dia seagama dengan saya ga ya?" "Dari warna kulit dia sepertinya suku ini." Hal-hal atau kriteria yang membuat kita nyaman bisa menentukan skala relasi kita. Tapi yang perlu diperhatikan adalah skala relasi bisa menurun. Penyebabnya, fakta yang baru diketahui atau perubahan. Misal: Ternyata dia orangnya suka ngomongin orang lain. Ternyata dia alay. Dulu dia orangnya bisa diajak keluar.

Tujuan berelasi tidak selalu untuk meningkatkan relasi, dan skala relasi bisa menurun atau diturunkan. Melihat seseorang dengan skala relasi yang kita buat membantu kita dalam berlaku dengan orang tersebut.

- AAS

July 7, 2014

Mindset





Mindset atau pola pikir berbicara tentang bagaimana kita menghadapi dunia, bukan merubah dunia. Tidak semua hal dalam dunia ini bisa kita ubah. Kita ubah agar sesuai dengan kondisi kita, kita ubah agar sesuai dengan kemauan kita. Yang membuat kita nyaman, yang membuat kita enteng menjalani hidup. Dan sekalipun ada yang bisa kita ubah, pastilah memutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup. Misalnya, lingkungan kantor yang tidak bersahabat: Atasan yang galaknya minta ampun untuk hal-hal sepele, listrik yang sering padam; Atau cuaca yang sangat terik yang mengganggu aktivitas; Bahkan rupa yang begitu jeleknya. Belum lagi mengenai hak-hak kita. Sakit kepala kalau semuanya mesti diusahakan, dipikirkan, dicari-cari jalan keluarnya. Atau bahkan diingat-ingat. Lihat, betapa beratnya hidup yang kita jalani bila seperti demikian.

Tapi bukan juga berarti mindset membuat kita lantas pasrah, lantas menyerah. Mindset yang kita miliki membuat kita bekerja, belajar, berusaha, menjalani hidup tanpa harus merubah dunia, tanpa harus merubah lingkungan, tenpa harus merubah orang-orang. Lingkungan yang ada, kondisi yang tidak kondusif biarlah menjadi tantangan, kita perlu tantangan untuk menjadi semakin kuat, semakin cerdas, semakin kreatif. Ketika atasan mulai ngomel-ngomel, mulailah berdoa, "Kuatkan aku Tuhan. Biarlah aku menjadi sandsack, sandsack yang hidup, tempat orang-orang meluangkan amarahnya dan menjadi pribadi-pribadi yang baik kembali." Ketika cuaca begitu teriknya, mungkin berpesan kepada kita untuk tidak keluar rumah. Untuk listrik yang sering padam, bukannya kita senang dengan 'Earth Hour,' kita puja-puji masa 'Earth Hour,' kita peduli dengan kondisi Bumi kita, sekarang RASAKAN! Loh? Hahahah.. Untuk yang rupanya jelek, berusahalah tampil menarik. Kenakan pakain terbaik, setiap hari, setiap saat, dimana pun. Kalau memang tidak bisa tampil menarik, cobalah menikmati hidup. Bersyukur selalu, tidak berkeluh kesah, bergaya hidup sehat, jalan-jalan, memancing.

- BMS