December 26, 2022

Puisi: Isa - Chairil Anwar


Itu Tubuh mengucur darah, mengucur darah

Rubuh
Patah

Mendampar tanya: Aku salah?

Kulihat Tubuh mengucur darah
Aku berkaca dalam darah

Terbayang terang di mata masa
Bertukar rupa ini segera
Mengatup luka
Aku bersuka
Itu tubuh mengucur darah, mengucur darah

- FAK

November 29, 2022

Tentang Niat


Namanya Niat. Asal Arab. Banyak sekali pandangan orang mengenai dirinya, tapi bagi Niat, tuhan saja yang menjadi perhatiannya. Entah tuhan yang mana, mungkin Zeus, mungkin Jupiter. Padahal Zeus dan Jupiter adalah sama.

Kasihan Niat, oleh teman-teman sering disalah-gunakan. Katanya yang penting Niat, padahal hasilnya mudarat. Hayo, coba ingat-ingat, seberapa seringkah Niat ga dibarengi dengan kesungguhan (baca: kompetensi)? Dihandalkan bukan karena handal, tapi emang karena ga ada orang lain lagi?

Niat sepertinya lupa, bahwa Niat juga manusia. Lulusan Otista Raya 64C ga lantas membuat Niat harus selalu tampil sempurna, tampil prima istilahnya klo di Diklat Prajab. Ke kantor ga boleh telat, pulangnya paling larut. Kerjaan udah banyak, tapi masih ditambah. Satu belum selesai, dikasih dua lagi. Dududududu.

Niat juga bisa capek, perlu istirahat. Niat juga bisa stress, ingin bahu untuk bersandar. Atau bahkan pelukan hangat? Cini cini cini, abang peyuk.

Saking tertekannya Niat atas kerjaan, sampai-sampai suatu waktu Niat keliru menggunakan kata "cuki." Padahal cuki adalah nama permainan, dikenal luas di daerah Timur Indonesia, asyik dimainin antara cowok dan cewek.

"Nona e, malam Minggu cuki ayok?"

Begitu contoh penggunaannya yang tepat. Ga percaya? Silakan lihat KBBI.

Tapi juga bukan berarti mengajak Niat untuk bermalas-malasan. Menjauhi syirik utamanya. Syirik artinya menyamakan sesuatu dengan Tuhan, bahwa ada yang kita takuti layaknya kita takut mengecewakan Tuhan. Pelakunya disebut musyrik. Klo Tuhan saja bisa kita nomorduakan, contohnya ga ibadah karena capek lembur, apalagi dengan deadline? Boss? Iya kan?

Pohon dikenal dari buahnya. Pohon yang baik, menghasilkan buah yang baik. Orang ga memetik anggur dari semak berduri. Akhirnya, mau ga mau, kita dikenal dari hasil kerja kita. “Our whole being; Everything about us” kata mas Nauval Yazid. Sikap, perilaku, determinasi, sampai isi rekening. Hahahah. Yang terakhir bikin meringis. Tapi jangan salah, tujuan bekerja kan ga cuma untuk dapatin rezeki, amal juga. Jadi makin banyak kerjaan, makin banyak rezeki. Klo ga dapat rezeki, mudah-mudahan makin banyak amalnya. Amin.

Itu saja dulu. Selamat sore. Selamat berakhir pekan Niat. Marniat yang Alay, eh, Agung. Yang lebih kejam dari pak Fahri Hamzah tapi ga berubah-berubah. Atau belum kali ya?

Salam, Mencret.

- MS

November 17, 2019

Rumah





Klo mau buat rumah, yang kecil saja, tapi halamannya luas. Per kamar cukup 3 x 3 m, ruang tamu 4 x 4 m.

Untuk gudang, gunakan loteng.

Klo anak nambah, baru kamar ditambah satu-satu. Nambahnya ga perlu permanen, semi permanen sudah cukup. Ga usah nempel ke bangunan utama, dipisah saja. Ntar klo anak sekolah atau kerja di luar kota, kamarnya bisa disewakan.

Rumah besar itu keren. Tapi klo anak-anak ga ada, jadi sepi. Merepotkan diurus. Bukan lantainya saja yang mesti dibersihkan, tapi debu di lemari, tempat tidur, sampai gorden-gorden. Kamar klo kosong juga tendensinya dijadiin gudang. Padahal barang yang disimpan sebenarnya ga akan pernah dipakai lagi. Bikin sesak rumah saja.

Khawatir ga bisa nampung tamu klo ada pesta di rumah? Itu gunanya halaman yang luas. Tinggal pasang terpal.

Lemari yang dipake ga perlu dari kayu ulin atau jati. Selain mahal, juga berat sekali klo mesti dipindah. Yang dari plastik saja. Sudah murah, sekarang juga modelnya sudah mewah-mewah kok, contohnya Olym***plast. Awet sampe 1000 tahun.

- MM

July 18, 2018

Perihal Teman


Teman itu harus dijaga, klo ga bisa hilang. Sekalipun pernah hidup sekamar, tapi klo ga ada kontak atau ga lagi berkomunikasi, lama-lama hilang juga.

Hilang kontak atau ga ada komunikasi bisa jadi karena kesibukan masing-masing. Enaknya sekarang banyak media sosial, ga sempat nanyain kabar, kita bisa tahu keadaan teman-teman dari postingannya. Klo postingannya senang, bisa kita beri like; Klo postingannya lagi susah, bisa kita doakan. Makanya sepanjang hidup teman itu harusnya bertambah bukan berkurang.

Selain kesibukan, sering juga hilang kontak itu karena salah paham, atau salah kaprah. Bercanda disangka serius, memberi nasihat dikira benci. Saya sendiri masih sering begini - atau diginiin. Pengalaman saya, yang seperti ini biasanya karena memang pas lagi capek, lagi lapar, stres, atau pas lagi butuh sendiri. Tapi tidak apa-apa, harusnya kita mesti lebih kuat untuk menganggapnya bukan hal serius.

Perihal memberi nasihat, ada anggapan bahwa untuk memberi nasihat, kita mesti lebih baik dari yang diberi nasihat. Atau minimal pernah menghadapi hal yang sama. Karena yang seperti ini, kadang orang malas menasihati temannya. Ini yang keliru. Ga ada manusia yang sempurna. Artinya masing-masing dari kita memang punya kekurangan-kekurangan.

Memberi nasihat bukan berarti kita lebih baik dari orang lain, tapi kita juga berharap suatu saat ketika kita sendiri khilaf, ada yang berusaha menasihati kita. Itu pentingnya punya teman. Makanya klo karena dinasihati kamu hilang kontak, teman-teman kamu blokir, kamu ga akan pernah bisa berkembang.

Besi menajamkam besi, manusia menajamkan manusia. Salah paham biasa saja, berkelahi normal-normal saja. Orang tua dengan anak pasti pernah berkelahi, suami-istri, adek-kakak juga. Ketika kita dinasihati, santai saja, artinya ada yang perhatian dengan kita. Klo memang kita salah, ga perlu S2 ke Jepang, tinggal minta maaf; Dan berjanji ga mengulanginya lagi.

Ga langsung dimaafkan? Mesti santai juga. Itu konsekuensinya. Itu hukuman yang paling ringan. Malunya sebentar saja dibandingkan sama sekali ga minta maaf.

Duh!

- JPG

October 29, 2017

Suatu Kali di Pesawat


Lampu tanda klo sedang berisi tara menyala. Buru-buru saya berdiri, fak, sabuk pengaman saya masih terpasang. Apa yang saya kira tra mungkin terjadi, terjadi. Artinya lampu tandanya sedang rusak. Kedua toilet berisi, terpampang tulisan "ada orang".

Lima, sepuluh menit kemudian, sudah dua orang antri di belakang saya. Yang di dalam toilet belum juga keluar. Tra tahan, saya sampaikan ke pramugari, dicek, kemudian meyakinkan klo memang masih dipake.

Pegal berdiri, saya melompat-lompat kecil. Saya tra pernah menyangka klo ada pengaruhnya. Pesawatnya goyang-goyang.

Di lima menit kemudian, sudah lima orang antri di belakang saya. Saya sampaikan lagi ke pramugarinya. Dicek lagi. Dibantu kukunya, tulisan "ada orang" itu digeser. Ternyata tarada orang. Sepertinya disengaja dan kelupaan. Salo! Hampir saja saya minta diturunkan klo saja pramugarinya tra buru-buru minta maaf.

Kira- kira sejam mengudara, saya meminta kopi. Saat itu memasuki cuaca buruk. Pilotnya sudah halo-halo dan lampu tanda menggunakan sabuk pengaman menyala. Saya tahu klo pasti tara akan dikasih. Saya pernah jadi pramugara untuk rute penerbangan Tolikara - London. Tapi saya coba saja. Kira-kira 10 menit setelah permintaan saya ditolak, kopi yang saya minta dikasih. Ucapan terimakasih saya dibalas dengan "kami senang melayani anda." Hahah! Saya rasa pramugarinya mulai naksir dengan saya.

- SWJ